Pengabdian Dosen FIP Unesa Dampingi Guru PAUD Rancang Pembelajaran Mendalam Berbasis SOLO Taxonomy
Tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan pendampingan bertajuk “Pendampingan Desain Pembelajaran Mendalam Berbasis the SOLO Taxonomy pada Guru PAUD”. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Trisula II Jombang bekerja sama dengan Perwari sebagai mitra kegiatan.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd., M.Si., Dr. Mallevi Agustin Ningrum, S.Pd., M.Pd., dan Monica Widyaswari, M.Pd. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga mendorong proses berpikir anak secara lebih mendalam, bertahap, dan bermakna.
Dalam kegiatan ini, para guru PAUD mendapatkan penguatan mengenai konsep pembelajaran mendalam serta penerapan The SOLO Taxonomy sebagai kerangka dalam menyusun desain pembelajaran. SOLO Taxonomy atau Structure of the Observed Learning Outcome membantu guru memahami perkembangan kualitas respons belajar anak, mulai dari tahap sederhana hingga kemampuan menghubungkan berbagai konsep secara lebih kompleks.
Melalui pendekatan ini, guru didampingi dalam menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Guru tidak hanya diarahkan untuk menentukan tujuan pembelajaran, tetapi juga merancang aktivitas, pertanyaan pemantik, asesmen, dan refleksi yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir anak secara bertahap. Hal ini penting karena pembelajaran PAUD perlu dirancang secara menyenangkan, kontekstual, dan tetap memperhatikan perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, serta motorik anak.
Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam membangun fondasi belajar anak sejak dini. Oleh karena itu, desain pembelajaran perlu disusun secara terarah agar aktivitas bermain yang dilakukan anak memiliki makna pembelajaran yang jelas.
“Pembelajaran mendalam pada anak usia dini bukan berarti membebani anak dengan materi yang berat, melainkan bagaimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang membuat anak bertanya, mencoba, menghubungkan pengalaman, dan menemukan makna dari aktivitas yang dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Mallevi Agustin Ningrum, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya kemampuan guru dalam mengembangkan pertanyaan dan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tahapan berpikir anak. Menurutnya, SOLO Taxonomy dapat menjadi salah satu alat bantu bagi guru untuk melihat sejauh mana anak memahami pengalaman belajar yang diberikan.
Monica Widyaswari, M.Pd. menambahkan bahwa pendampingan ini juga diarahkan agar guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang aplikatif dan dapat langsung digunakan dalam kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi berlanjut ke praktik penyusunan desain pembelajaran.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, praktik penyusunan desain pembelajaran, serta pendampingan langsung. Para guru PAUD yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran di kelas, terutama dalam merancang aktivitas yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir anak tanpa menghilangkan unsur bermain.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru PAUD di TK Trisula II Jombang dapat semakin terampil dalam menyusun desain pembelajaran yang mendalam, reflektif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Kolaborasi antara tim dosen FIP UNESA, TK Trisula II Jombang, dan Perwari ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di masyarakat.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga guru PAUD tidak hanya memahami konsep pembelajaran mendalam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan