Desain Riset Pendidikan yang Berjiwa Deep Learning
Surabaya — Penelitian bukan sekadar prosedur ilmiah untuk menguji hipotesis, melainkan jalan untuk memahami kehidupan dan memperluas cakrawala berpikir. Dalam paradigma deep learning, riset pendidikan tidak berhenti pada hasil, tetapi menggali makna di balik data. Ia menjadi ruang refleksi antara teori, pengalaman, dan nilai kemanusiaan.
Desain penelitian yang berjiwa deep learning menuntut peneliti untuk melampaui batas metode. Ia tidak cukup hanya menjawab apa yang terjadi, tetapi juga mengungkap mengapa dan bagaimana manusia belajar dalam konteksnya. Setiap pilihan metodologis — baik kuantitatif, kualitatif, maupun campuran — harus berakar pada kesadaran filosofis tentang hakikat pengetahuan dan tujuan pendidikan.
John Dewey menekankan bahwa penelitian sejati lahir dari inquiry — proses aktif untuk memahami pengalaman secara reflektif. Dari pandangan ini, penelitian menjadi bagian dari pembelajaran itu sendiri. Mahasiswa doktor bukan sekadar pengumpul data, tetapi pengamat kritis yang terus mempertanyakan, menafsirkan, dan membangun pemahaman baru tentang dunia pendidikan.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA menanamkan prinsip tersebut dalam setiap tahapan riset. Mahasiswa diarahkan untuk memandang penelitian sebagai dialog antara teori dan kenyataan, antara data dan makna. Setiap penelitian disertasi diharapkan mampu menjawab persoalan kontekstual pendidikan Indonesia, sekaligus memperkaya wacana ilmiah global.
Riset berjiwa deep learning juga ditandai oleh sikap reflektif dan etis. Peneliti tidak hanya memikirkan keakuratan metode, tetapi juga dampak sosial dari penelitiannya. Dalam proses ini, empati menjadi bagian dari metodologi — peneliti hadir, mendengar, dan memahami pengalaman manusia secara utuh.
Selain itu, pendekatan lintas disiplin menjadi ciri penting dalam riset pendidikan masa kini. Permasalahan pendidikan tidak dapat dijawab oleh satu bidang ilmu saja. Ketika peneliti menggabungkan perspektif psikologi, teknologi, sosiologi, dan kebijakan, maka ia sedang berlatih deep learning — melihat pendidikan dari banyak dimensi untuk menemukan makna yang lebih kaya.
UNESA menegaskan bahwa penelitian doktoral bukan semata-mata tugas akademik, tetapi perjalanan spiritual intelektual. Ia menuntut kedalaman berpikir, ketulusan mencari kebenaran, dan keberanian untuk menafsirkan ulang teori besar dalam konteks yang nyata.
Riset yang berjiwa deep learning melahirkan pengetahuan yang tidak hanya benar, tetapi juga bijak. Ia tidak berhenti pada kesimpulan, tetapi terus membuka ruang pertanyaan baru. Di situlah letak kehidupan ilmu pengetahuan — terus bergerak, tumbuh, dan memberi makna bagi manusia.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan UNESA