Langkah Awal Analisis Data Penelitian Pendidikan Menggunakan SPSS
Surabaya — Dalam penelitian pendidikan, analisis data merupakan tahap penting yang menentukan arah interpretasi hasil penelitian. Salah satu perangkat lunak yang paling banyak digunakan untuk analisis kuantitatif adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Program ini tidak hanya membantu peneliti mengolah data secara efisien, tetapi juga memfasilitasi proses berpikir ilmiah yang berbasis bukti.
Langkah awal sebelum membuka SPSS adalah memastikan struktur data terencana dengan baik. Peneliti perlu menyusun coding sheet yang jelas untuk setiap variabel, termasuk jenis data (nominal, ordinal, interval, atau rasio) dan arah skala pengukuran. Misalnya, pada angket skala Likert, kode angka 1–5 perlu didefinisikan secara konsisten agar SPSS dapat mengenali nilai secara akurat.
Setelah struktur data siap, tahap berikutnya adalah memasukkan data ke dalam jendela “Data View” dan mendefinisikan variabel pada “Variable View.” Kolom “Name” digunakan untuk memberi nama singkat pada variabel (tanpa spasi), sedangkan kolom “Label” berfungsi untuk menuliskan keterangan lengkap. Peneliti juga dapat menentukan nilai kategori menggunakan menu “Values,” misalnya 1 = Setuju, 2 = Tidak Setuju. Ketelitian di tahap ini sangat penting karena kesalahan definisi variabel dapat memengaruhi hasil analisis.
Langkah ketiga, lakukan pemeriksaan data awal (data cleaning). Peneliti harus memeriksa apakah ada data kosong (missing value), data ganda, atau nilai ekstrem (outlier). Menu Descriptive Statistics → Frequencies dapat digunakan untuk melihat distribusi data. Data yang bersih memastikan hasil analisis lebih akurat dan interpretasi lebih valid.
Setelah data siap, tahap berikutnya adalah analisis deskriptif. Peneliti dapat membuka menu Analyze → Descriptive Statistics → Descriptives untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, minimum, dan maksimum dari setiap variabel. Hasil ini menjadi dasar untuk memahami kecenderungan umum responden sebelum berlanjut ke analisis inferensial.
Langkah kelima adalah memilih uji statistik sesuai tujuan penelitian dan skala data.
- Untuk hubungan antarvariabel, dapat digunakan Pearson Correlation atau Spearman Rank.
- Untuk perbedaan kelompok, dapat digunakan t-test atau ANOVA.
- Untuk pengujian konstruk atau model teoritik lanjutan, data dapat diekspor ke AMOS untuk analisis SEM.
Namun, lebih dari sekadar menjalankan perintah, peneliti perlu memahami logika di balik setiap analisis. SPSS adalah alat bantu berpikir statistik, bukan pengganti penalaran ilmiah. Setiap angka yang muncul harus ditafsirkan berdasarkan teori dan konteks penelitian pendidikan.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA mendorong mahasiswa doktoral untuk menggunakan SPSS tidak hanya sebagai perangkat teknis, tetapi juga sebagai sarana pengembangan literasi data. Analisis statistik menjadi bermakna ketika dipadukan dengan refleksi konseptual — memahami bukan hanya “hasil,” tetapi juga “makna di balik angka.”
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan UNESA