Cara Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas Skala Likert di SPSS
Surabaya — Dalam penelitian pendidikan, skala Likert menjadi instrumen paling umum untuk mengukur sikap, persepsi, atau kemampuan berpikir siswa. Namun, sebelum digunakan dalam analisis utama, instrumen tersebut harus dipastikan valid dan reliabel. SPSS menjadi salah satu perangkat lunak yang dapat membantu peneliti menguji kedua aspek ini dengan cepat dan akurat.
1. Memahami Makna Validitas dan Reliabilitas
Validitas menunjukkan sejauh mana butir pertanyaan mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Sebaliknya, reliabilitas menilai konsistensi hasil pengukuran. Instrumen yang valid belum tentu reliabel, dan sebaliknya — keduanya harus berjalan seiring agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan realitas.
Dalam konteks skala Likert, validitas butir sering diuji menggunakan korelasi item-total. Sementara reliabilitas internal umumnya diukur dengan koefisien Cronbach’s Alpha. Dua uji ini cukup untuk memastikan bahwa instrumen siap digunakan pada tahap penelitian lanjutan.
2. Langkah Melakukan Uji Validitas di SPSS
- Buka SPSS, lalu masukkan seluruh data hasil uji coba angket.
- Pilih menu:
Analyze → Correlate → Bivariate. - Masukkan setiap item (butir pertanyaan) dan total skor (biasanya jumlah seluruh item).
- Centang “Pearson” dan “Two-tailed”.
- Jalankan analisis dengan klik OK.
Hasil korelasi menunjukkan hubungan antara setiap item dengan total skor.
- Item dengan nilai r hitung > r tabel (0,3 atau sesuai N) dianggap valid.
- Item dengan nilai r hitung < r tabel sebaiknya direvisi atau dihapus.
Langkah ini membantu memastikan bahwa setiap butir memiliki kekuatan representatif terhadap konstruk yang diukur.
3. Langkah Melakukan Uji Reliabilitas di SPSS
- Pilih menu:
Analyze → Scale → Reliability Analysis. - Masukkan seluruh item yang telah lolos uji validitas.
- Pilih model Cronbach’s Alpha, lalu klik OK.
- Perhatikan nilai Cronbach’s Alpha pada output.
Interpretasinya sebagai berikut:
- α ≥ 0,90 → sangat reliabel
- 0,80 ≤ α < 0,90 → reliabel tinggi
- 0,70 ≤ α < 0,80 → cukup reliabel
- α < 0,70 → perlu revisi instrumen
Reliabilitas tinggi menunjukkan bahwa responden memberikan jawaban yang konsisten di seluruh item, mencerminkan kejelasan konsep dan stabilitas konstruk.
4. Refleksi Konseptual: Antara Angka dan Makna
Uji validitas dan reliabilitas bukan sekadar ritual statistik. Ia merupakan proses reflektif untuk menilai seberapa dalam peneliti memahami konstruk yang diukur. Misalnya, dalam penelitian tentang deep learning, butir yang menggambarkan kemampuan berpikir reflektif harus benar-benar menilai kedalaman proses belajar, bukan sekadar frekuensi aktivitas belajar.
Menurut Azwar (2012), kualitas instrumen yang baik mencerminkan ketepatan berpikir peneliti. Karena itu, interpretasi hasil SPSS harus selalu dihubungkan kembali dengan teori dan konteks pendidikan, bukan hanya angka koefisien.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA menekankan bahwa validitas dan reliabilitas adalah fondasi etika ilmiah dalam penelitian. Instrumen yang valid dan reliabel bukan hanya alat ukur, tetapi juga cerminan integritas akademik seorang peneliti.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan UNESA