Interdisiplinaritas sebagai Kunci Pengembangan Ilmu Pendidikan Modern
Surabaya — Kompleksitas persoalan pendidikan di era global menuntut pendekatan yang tidak lagi berdiri di atas satu disiplin ilmu. Interdisiplinaritas menjadi kunci penting dalam pengembangan ilmu pendidikan modern, karena fenomena belajar, kebijakan, dan perubahan sosial saling terhubung secara dinamis. Pendidikan kini tidak hanya berbicara tentang pedagogi, tetapi juga tentang psikologi, teknologi, ekonomi, budaya, bahkan ekologi sosial.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong mahasiswa doktor untuk
mengembangkan cara pandang lintas bidang dalam penelitian mereka. Pendekatan
interdisipliner memungkinkan peneliti memahami pendidikan secara lebih menyeluruh,
menemukan pola yang sebelumnya tersembunyi, serta menawarkan solusi yang
kontekstual dan berkelanjutan.
Pandangan ini sejalan dengan
teori Mode 2 Knowledge Production yang dikemukakan Gibbons dkk., di mana
ilmu pengetahuan dikembangkan dalam konteks aplikasi nyata dan kolaborasi
berbagai disiplin. Ilmu pendidikan modern tidak hanya dihasilkan di
laboratorium atau ruang kuliah, tetapi juga melalui interaksi sosial, kemitraan
antar bidang, dan keterlibatan masyarakat.
Interdisiplinaritas juga
menumbuhkan kreativitas ilmiah. Ketika pendekatan pedagogi berpadu dengan
analisis teknologi digital, atau teori kognitif dikombinasikan dengan data
sosiologis, maka akan lahir pemahaman baru yang lebih komprehensif. Mahasiswa
doktor yang berpikir lintas disiplin memiliki peluang lebih besar untuk
melahirkan teori inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kurikulum S3 Ilmu Pendidikan
UNESA dirancang untuk mendorong integrasi keilmuan melalui mata kuliah riset
tematik dan forum kolaborasi lintas program studi. Setiap mahasiswa diarahkan
untuk membangun peta konseptual yang menghubungkan teori pendidikan dengan
dimensi lain seperti kebijakan publik, literasi digital, dan dinamika sosial
budaya.
Perkembangan ilmu pendidikan di
masa depan tidak dapat dilepaskan dari semangat kolaborasi. Tantangan-tantangan
global seperti kesenjangan kualitas pembelajaran, perubahan iklim, dan disrupsi
teknologi membutuhkan kerja ilmiah yang terbuka dan saling melengkapi.
Pendekatan interdisipliner menjadikan pendidikan sebagai ruang dialog antar
ilmu, bukan sekadar tumpukan teori yang berdiri sendiri.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
berkomitmen membangun tradisi riset yang kolaboratif, inovatif, dan
berorientasi pada solusi nyata. Interdisiplinaritas bukan hanya strategi
akademik, tetapi juga jalan menuju pendidikan yang relevan, adaptif, dan
berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA