Etika Akademik dan Integritas Ilmiah di Tingkat Doktoral: Refleksi dan Realitas
Surabaya — Dunia akademik dibangun di atas fondasi kejujuran ilmiah dan tanggung jawab moral. Pada tingkat doktoral, kedua nilai ini menjadi pijakan utama dalam membangun reputasi keilmuan yang berkelanjutan. Etika akademik tidak hanya berkaitan dengan larangan plagiarisme, tetapi juga menyangkut sikap ilmuwan dalam berpikir, menulis, dan menafsirkan kebenaran ilmiah secara jujur serta bertanggung jawab.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memandang integritas ilmiah sebagai inti
dari pendidikan doktor. Mahasiswa tidak sekadar dilatih untuk menguasai teori
dan metodologi, tetapi juga untuk memahami konsekuensi etis dari setiap
keputusan riset. Setiap kutipan, data, dan analisis yang digunakan dalam
penelitian harus mencerminkan transparansi dan akuntabilitas akademik.
Komisi Etik Riset Nasional
menegaskan bahwa pelanggaran etika akademik dapat menurunkan kepercayaan publik
terhadap dunia ilmiah. Di era digital, kemudahan akses informasi menuntut
peneliti lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber data dan perangkat berbasis
kecerdasan buatan. Kemampuan membedakan antara bantuan teknologi dan kecurangan
ilmiah menjadi kompetensi penting bagi peneliti doktoral masa kini.
Etika penelitian juga mencakup
penghormatan terhadap subjek riset, terutama dalam studi yang melibatkan
manusia sebagai partisipan. Prinsip informed consent, kerahasiaan data,
serta keadilan dalam perlakuan menjadi bagian dari tanggung jawab moral yang
melekat pada setiap peneliti. Dalam konteks pendidikan, kepekaan terhadap aspek
budaya, sosial, dan psikologis peserta didik juga termasuk dalam ranah etika akademik
yang harus dijaga.
Integritas ilmiah menjadi penanda
kematangan seorang ilmuwan. Disertasi yang orisinal bukan hanya soal temuan
baru, tetapi juga tentang kejujuran dalam mengakui keterbatasan dan menafsirkan
data secara objektif. Proses panjang penelitian di tingkat doktoral menuntut
disiplin intelektual, kesabaran, dan kesetiaan terhadap kebenaran ilmiah.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
berkomitmen menanamkan nilai integritas sejak awal perkuliahan hingga tahap
akhir disertasi. Penguatan budaya akademik yang jujur, terbuka terhadap kritik,
dan menghargai karya ilmiah orang lain menjadi dasar pembentukan karakter
ilmuwan yang beretika. Pendidikan doktor bukan hanya melahirkan pakar di
bidangnya, tetapi juga penjaga moral ilmu pengetahuan.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA