Menyemai Literasi Digital Akademik di Lingkungan Pascasarjana
Surabaya — Transformasi digital mengubah cara akademisi berinteraksi dengan pengetahuan. Di tingkat pascasarjana, literasi digital bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi menjadi fondasi utama bagi keberhasilan penelitian dan pengembangan ilmu. Literasi digital akademik mencakup kemampuan mengakses, mengevaluasi, mengelola, dan memproduksi informasi ilmiah secara kritis melalui berbagai platform digital.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menempatkan literasi digital sebagai
kompetensi inti bagi mahasiswa doktoral. Pemanfaatan basis data ilmiah,
perangkat analisis digital, dan aplikasi manajemen referensi kini menjadi bagian
dari ekosistem riset yang harus dikuasai setiap peneliti. Kemampuan ini tidak
hanya mempermudah proses penulisan disertasi, tetapi juga memperluas jejaring
ilmiah lintas negara dan disiplin ilmu.
Konsep digital scholarship
sebagaimana dikembangkan oleh Martin Weller menekankan bahwa ilmuwan modern
perlu mengintegrasikan teknologi dalam seluruh proses akademik—mulai dari
pengumpulan data, kolaborasi daring, hingga publikasi terbuka (open access).
Mahasiswa doktor yang memiliki literasi digital tinggi akan mampu beradaptasi
dengan cepat terhadap dinamika informasi global dan berkontribusi lebih luas
dalam diskursus ilmiah internasional.
Tantangan utama literasi digital
di tingkat doktoral terletak pada kualitas dan kredibilitas sumber informasi.
Kemudahan mengakses ribuan artikel daring sering kali tidak sebanding dengan
kemampuan menyeleksi mana yang relevan dan valid secara ilmiah. Penguatan
literasi digital berarti juga menumbuhkan sikap kritis terhadap algoritma mesin
pencari, potensi bias data, serta etika penggunaan kecerdasan buatan dalam
penulisan akademik.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
mengembangkan strategi pembelajaran berbasis proyek riset digital untuk
menanamkan keterampilan tersebut. Mahasiswa dilatih menggunakan perangkat
analitik, aplikasi literatur ilmiah, serta sistem pengelolaan data penelitian
yang sesuai standar akademik internasional. Pendekatan ini mendorong budaya
riset yang efisien, terbuka, dan kolaboratif.
Peningkatan literasi digital di
lingkungan pascasarjana menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing
akademik Indonesia di tingkat global. Mahasiswa doktor yang melek digital bukan
hanya mampu memproduksi pengetahuan baru, tetapi juga berperan aktif dalam
menyebarkan ilmu melalui media akademik yang kredibel dan beretika.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA