Prof. Gunarti Dwi Lestari Dorong Pendidikan Berkarakter Berbasis Nilai dalam Forum Visiting Scholar Internasional
Makassar – Program Studi S3 Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali memperkuat kontribusi keilmuannya dalam forum internasional. Dalam rangkaian Visiting Scholar Series ICONEDS 2025, Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si. tampil sebagai narasumber utama dengan membawakan materi berjudul “Instilling Moral Values in the Modern Education System.” Kegiatan ini berlangsung di Universitas Negeri Makassar, dihadiri akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti dari berbagai negara Asia Tenggara.
Dalam pemaparannya, Prof. Gunarti menegaskan bahwa pendidikan modern tidak boleh terjebak pada orientasi kognitif semata. Menurutnya, pendidikan seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter, identitas, dan kesadaran moral, bukan hanya proses transfer pengetahuan.
“Krisis pendidikan hari ini bukan semata krisis pengetahuan, tetapi krisis nilai. Kita memiliki generasi yang cerdas secara teknologi, tetapi kehilangan pijakan moral yang kokoh,” ungkapnya dalam sesi presentasi.
Lebih lanjut, Prof. Gunarti menyampaikan kerangka pendidikan karakter berbasis nilai yang memadukan tiga pilar utama:
| Pilar | Fokus Utama | Bentuk Implementasi |
|---|---|---|
| Kognitif | Pemahaman nilai & refleksi moral | Diskusi etika kasus pembelajaran |
| Afektif | Penguatan empati & kontrol diri | Jurnal refleksi dan dialog terbimbing |
| Konatif / Tindakan | Pembiasaan perilaku baik | Program layanan sosial & mentoring sejawat |
Menurutnya, pendidikan karakter akan efektif jika dilakukan melalui keteladanan (modeling) dan interaksi sosial yang bermakna. Sekolah, keluarga, dan masyarakat mesti hadir sebagai ekosistem nilai yang konsisten.
“Nilai tidak bisa diajarkan hanya melalui ceramah. Nilai ditanam melalui pengalaman, dialog, proses reflektif, dan terutama keteladanan pengajar,” tegas Prof. Gunarti.
Prof. Gunarti juga mendorong lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan literasi moral dalam kurikulum digital, agar peserta didik mampu menavigasi dunia informasi yang bebas dan penuh interpretasi nilai.
Sesi diskusi berlangsung dinamis. Peserta dari Filipina dan Malaysia menyoroti relevansi model pendidikan karakter ini dalam konteks pluralisme dan identitas budaya kontemporer. Hal ini menunjukkan bahwa gagasan Prof. Gunarti diterima secara luas sebagai pendekatan pendidikan yang adaptif dan berkesinambungan.
Keterlibatan Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari dalam forum Visiting Scholar ICONEDS 2025 menegaskan posisi UNESA sebagai kampus yang memiliki fondasi kuat dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai dan kemanusiaan. Melalui pemikiran yang visioner dan berakar pada konteks sosial Indonesia, UNESA terus berkomitmen mendorong pendidikan yang mencerdaskan sekaligus memanusiakan.
UNESA percaya: masa depan pendidikan bukan hanya tentang menguasai pengetahuan, tetapi membangun manusia yang berkarakter, berempati, dan bertanggung jawab.