Tips Menulis Artikel Jurnal Bereputasi dari Hasil Disertasi
Surabaya — Publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mahasiswa doktoral. Di era keterbukaan ilmu pengetahuan, hasil disertasi tidak hanya dinilai dari tebalnya halaman, tetapi juga dari kontribusinya dalam percakapan ilmiah global. Menulis artikel jurnal bereputasi menuntut ketelitian metodologis, ketajaman analisis, dan kejelasan pesan ilmiah.
Langkah pertama adalah memahami
perbedaan antara disertasi dan artikel jurnal. Disertasi bersifat
komprehensif, memuat seluruh proses penelitian dari latar belakang hingga
kesimpulan. Artikel jurnal, sebaliknya, bersifat ringkas dan fokus pada satu
kontribusi utama. Oleh karena itu, penulis perlu memilih satu aspek paling kuat
dari disertasinya — bisa berupa temuan teoritik, inovasi metodologis, atau
implikasi praktis — yang akan dijadikan inti tulisan.
Langkah kedua, pilih jurnal
yang sesuai dengan bidang dan lingkup penelitian. Peneliti perlu membaca
dengan cermat aim and scope jurnal, serta meninjau artikel-artikel yang
pernah diterbitkan. Jurnal bereputasi seperti Teaching and Teacher Education,
Educational Research Review, atau Asia Pacific Education Review
memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal pendekatan, gaya bahasa, dan
jenis kontribusi ilmiah yang diutamakan.
Langkah ketiga, rancang alur
naskah secara argumentatif. Artikel yang baik memiliki struktur yang logis:
pendahuluan (masalah dan gap riset), tinjauan teori (kerangka berpikir),
metode (desain dan teknik analisis), hasil (temuan utama), serta pembahasan
(kontribusi dan implikasi). Setiap bagian harus mengalir secara alami dan
berfungsi mendukung argumen sentral penelitian.
Langkah keempat, perhatikan
gaya penulisan akademik internasional. Gunakan bahasa yang padat, lugas,
dan berbasis bukti. Hindari deskripsi berulang yang umum ditemukan di
disertasi. Gunakan kalimat aktif dan struktur yang menunjukkan posisi penulis
sebagai pemikir. Di tingkat doktoral, gaya penulisan yang kuat mencerminkan academic
voice — suara ilmiah yang mandiri dan berkarakter.
Langkah kelima, kuatkan
relevansi dan kontribusi riset. Reviewer jurnal internasional tidak hanya
mencari data baru, tetapi juga nilai tambah teoritis dan praktis. Artikel yang
baik mampu menjawab pertanyaan: “Mengapa temuan ini penting bagi ilmu
pendidikan secara global?” Dalam konteks deep learning, misalnya,
penulis dapat menyoroti bagaimana pembelajaran reflektif di Indonesia
menawarkan perspektif baru bagi teori pembelajaran universal.
Langkah keenam, kelola proses
publikasi dengan sabar dan strategis. Proses review bisa panjang dan
penuh revisi, tetapi setiap masukan adalah peluang memperkuat naskah. Peneliti
perlu terbiasa membaca komentar reviewer secara reflektif, bukan defensif.
Sikap ini mencerminkan kematangan akademik dan komitmen terhadap mutu ilmiah.
Publikasi bukan sekadar kewajiban
administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral seorang ilmuwan. Melalui
artikel yang diterbitkan, ide-ide dari ruang akademik UNESA dapat berdialog
dengan dunia, memperkaya wacana pendidikan global dengan perspektif Indonesia.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
terus mendorong mahasiswa untuk menulis dengan visi ilmiah yang luas dan etika
akademik yang tinggi. Dari disertasi menuju jurnal bereputasi, setiap tulisan
adalah langkah kecil menuju kontribusi besar bagi masa depan pendidikan.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA