Cara Menyusun Kajian Teori yang Kritis dan Terarah dalam Disertasi Pendidikan
Surabaya — Kajian teori merupakan fondasi utama dalam penulisan disertasi. Bagian ini bukan sekadar kumpulan kutipan dari berbagai sumber, tetapi konstruksi pemikiran yang menunjukkan sejauh mana peneliti memahami peta keilmuan yang sedang ia teliti. Di sinilah kemampuan berpikir kritis dan reflektif seorang calon doktor benar-benar diuji.
Penyusunan kajian teori yang baik
berawal dari pemetaan konsep utama. Peneliti perlu mengidentifikasi
variabel dan kata kunci penelitian secara sistematis. Langkah ini dapat
dilakukan melalui literature mapping menggunakan database ilmiah seperti
Scopus, ERIC, atau Google Scholar. Dari hasil penelusuran, peneliti kemudian
menemukan hubungan antar konsep, perbedaan pendekatan, dan potensi celah
penelitian (research gap).
Dalam konteks deep learning,
kajian teori tidak berhenti pada tumpukan teori klasik. Ia perlu menggali
hubungan makna antar konsep dan menemukan konteks baru dalam praktik
pendidikan. Misalnya, teori konstruktivisme tidak hanya dibahas dari Piaget
atau Vygotsky, tetapi juga diinterpretasikan dalam kerangka pembelajaran
mendalam yang menekankan refleksi, transfer pengetahuan, dan makna personal
bagi peserta didik.
Setelah peta teori terbentuk,
peneliti perlu membangun struktur argumentasi. Setiap teori yang
digunakan harus memiliki fungsi yang jelas: apakah sebagai dasar konseptual,
alat analisis, atau landasan interpretasi hasil penelitian. Teori yang hanya
dikutip tanpa fungsi yang terdefinisi akan membuat kajian teori tampak lemah.
Dalam hal ini, Bloom (1984) menegaskan bahwa pengetahuan tingkat tinggi
menuntut integrasi, bukan sekadar akumulasi informasi.
Penulisan kajian teori juga
menuntut gaya berpikir dialogis. Artinya, peneliti tidak hanya
melaporkan apa yang dikatakan oleh para ahli, tetapi juga menimbang,
membandingkan, bahkan mengkritisi. Pendekatan ini menunjukkan kematangan
berpikir ilmiah, bahwa peneliti bukan sekadar penerima pengetahuan, melainkan
juga pengembangnya.
Secara teknis, ada beberapa
strategi agar kajian teori lebih kuat dan terarah:
- Gunakan thematic coding untuk mengelompokkan
literatur berdasarkan tema, bukan urutan waktu.
- Sajikan perbandingan teori dalam bentuk matriks
agar alur argumentasi mudah ditelusuri.
- Hindari kutipan yang berlebihan; prioritaskan
sintesis gagasan.
- Akhiri kajian teori dengan model konseptual atau
kerangka berpikir yang menggambarkan hubungan antar variabel.
Mahasiswa doktoral perlu memahami
bahwa kekuatan disertasi sering kali ditentukan oleh kualitas kajian teorinya.
Di sinilah keunikan riset akan tampak — bukan hanya dari data, tetapi dari cara
peneliti mengonstruksi makna teoretis.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
terus mendorong mahasiswanya untuk membangun scholarly voice yang
mandiri. Kajian teori yang kritis dan terarah bukan hanya memenuhi tuntutan
akademik, tetapi menjadi cermin kedewasaan intelektual dalam berkontribusi bagi
ilmu pendidikan Indonesia.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA