Pembelajaran Mendalam dan Revolusi Cara Berpikir Mahasiswa Pascasarjana
Surabaya — Pendidikan pascasarjana tidak lagi sekadar tempat memperdalam teori, tetapi menjadi ruang untuk merevolusi cara berpikir. Di tingkat ini, mahasiswa ditantang bukan hanya untuk memahami pengetahuan yang ada, tetapi juga untuk menafsirkan, mengkritisi, dan mengembangkan gagasan baru. Paradigma deep learning atau pembelajaran mendalam hadir sebagai jantung dari perubahan tersebut.
Pembelajaran mendalam mengajarkan
mahasiswa untuk berpikir secara konseptual, terintegrasi, dan reflektif.
Menurut Marton dan Säljö, deep learning berbeda dengan surface
learning yang hanya berorientasi pada hafalan. Mahasiswa yang menerapkan deep
learning berusaha memahami makna di balik teori, menghubungkan konsep
lintas disiplin, serta membangun kerangka berpikir yang utuh. Inilah yang
membedakan peneliti sejati dari sekadar pengumpul data.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerapkan pendekatan ini dalam setiap
tahapan pembelajaran. Seminar riset, diskusi tematik, dan publikasi ilmiah
bukan hanya ajang akademik, tetapi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir
mendalam. Mahasiswa doktor dilatih untuk mempertanyakan asumsi, menganalisis
konteks sosial pendidikan, dan menyusun argumentasi yang berakar pada refleksi
teoritis dan empiris.
Transformasi cara berpikir ini
menciptakan pergeseran penting: dari belajar untuk menyelesaikan tugas menjadi
belajar untuk menemukan makna. Mahasiswa doktor yang berpikir mendalam akan
lebih mampu menilai relevansi ilmu dengan kebutuhan masyarakat serta
menempatkan riset sebagai alat perubahan sosial.
Teori reflective learning
yang dikembangkan oleh David Kolb turut memperkuat pendekatan ini. Ia
menegaskan bahwa pembelajaran sejati terjadi melalui siklus refleksi—mengalami,
memikirkan, dan mengonseptualisasi pengalaman untuk kemudian diterapkan
kembali. Proses ini menuntut keberanian intelektual untuk bertanya, “Apa makna
dari yang saya pelajari?” dan “Bagaimana pengetahuan ini dapat memperbaiki
dunia pendidikan?”
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
berkomitmen menumbuhkan generasi akademisi yang tidak hanya berpikir cerdas,
tetapi juga berpikir dalam. Pembelajaran mendalam di tingkat doktoral bukan
sekadar strategi pedagogik, melainkan filosofi hidup akademik—belajar untuk
memahami, bukan hanya untuk mengetahui.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA