Menelusuri Arah Baru Pendidikan Doktoral di Era Kecerdasan Buatan
Surabaya — Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi mengubah arah pendidikan tinggi, termasuk pendidikan doktoral. Tantangan utama kini bukan hanya memperdalam metodologi riset, tetapi juga menjaga agar ilmu yang dihasilkan tetap berakar pada nilai kemanusiaan serta relevan dengan perubahan digital yang masif.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menegaskan pentingnya reorientasi
pendidikan doktoral agar lebih kontekstual dan visioner. Mengacu pada gagasan lifelong
learning dari UNESCO, pendidikan tingkat doktor perlu menjadi ruang
penciptaan pengetahuan yang reflektif, terbuka, dan berbasis data.
Kecerdasan buatan kini berperan
sebagai katalis dalam dunia riset. Teknologi ini tidak hanya membantu analisis
data, tetapi juga mendukung peneliti mengelola literatur, memetakan tren
ilmiah, dan mensimulasikan model pembelajaran adaptif. Namun, seperti diingatkan
Yuval Noah Harari dalam 21 Lessons for the 21st Century, keunggulan
manusia tetap terletak pada kesadaran, empati, dan nilai etika—aspek yang tidak
dapat digantikan oleh algoritma.
Mahasiswa doktor di era digital
perlu menguasai literasi data, berpikir kritis, dan memahami etika riset dalam
konteks teknologi. Kurikulum S3 Ilmu Pendidikan UNESA kini difokuskan pada tiga
kompetensi utama: inovasi ilmiah, adaptivitas terhadap teknologi, dan
integritas akademik tinggi.
Pendekatan pembelajaran
mendalam (deep learning) menjadi kunci dalam proses tersebut. Model ini
menekankan pemahaman konseptual, kemampuan reflektif, serta integrasi antara
teori dan praktik. Pendidikan doktoral diarahkan agar mahasiswa tidak hanya
menguasai data, tetapi juga mampu menafsirkan makna dan implikasi dari
temuannya bagi dunia pendidikan yang terus berubah.
Teori connectivism yang
dikembangkan George Siemens memperkuat arah tersebut. Pembelajaran di era
digital berlangsung melalui jejaring pengetahuan, mendorong mahasiswa doktor
untuk menjadi bagian aktif dalam ekosistem riset global yang saling berbagi
data, ide, dan praktik terbaik.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
terus memperkuat ekosistem akademik yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Integrasi antara refleksi ilmiah dan kecanggihan teknologi menjadi fondasi bagi
lahirnya ilmuwan pendidikan yang tangguh, kritis, serta beretika di tengah arus
besar kecerdasan buatan.
Oleh: Tim Redaksi S3 Ilmu
Pendidikan UNESA