Peran Disertasi dalam Membangun Inovasi Kebijakan Pendidikan Nasional
Surabaya — Disertasi bukan sekadar syarat akademik tertinggi, tetapi juga bentuk kontribusi ilmiah yang dapat mengarahkan arah kebijakan pendidikan nasional. Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, hasil penelitian doktoral memiliki potensi besar untuk menjadi dasar bagi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy).
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menempatkan disertasi sebagai instrumen
penting untuk menghasilkan gagasan baru yang berdampak pada sistem pendidikan.
Penelitian doktor diharapkan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi
juga memberi masukan konkret bagi pengambil keputusan, baik di level sekolah,
daerah, maupun nasional.
Pendekatan riset kebijakan yang
kuat memungkinkan ilmuwan pendidikan berperan aktif dalam merumuskan solusi
atas persoalan pendidikan yang kompleks—mulai dari ketimpangan akses, kualitas
pembelajaran, hingga transformasi digital. Disertasi yang baik bukan hanya
menunjukkan keunggulan metodologis, tetapi juga menawarkan alternatif pemikiran
yang relevan dan terukur dalam konteks sosial Indonesia.
OECD dalam laporan Education
Policy Outlook menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis riset untuk
mencapai sistem pendidikan yang adaptif dan berkeadilan. Dalam kerangka ini,
peran akademisi doktoral menjadi strategis sebagai jembatan antara teori dan
praktik kebijakan. Setiap hasil disertasi dapat menjadi bagian dari siklus
inovasi: dari penemuan ilmiah menuju penerapan kebijakan yang berdampak luas.
Mahasiswa doktor di UNESA
diarahkan untuk mengembangkan kepekaan terhadap isu-isu kebijakan pendidikan
yang aktual. Pendekatan analisis data, kebijakan komparatif, hingga kajian
evaluatif digunakan untuk membangun pemahaman yang utuh terhadap dinamika sistem
pendidikan nasional. Disertasi yang dihasilkan diharapkan menjadi referensi
bagi pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mengambil keputusan strategis.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
terus mendorong budaya riset yang terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan
kebutuhan bangsa. Kekuatan akademik dan ketajaman analisis menjadi modal utama
dalam melahirkan inovasi kebijakan yang menuntun arah pendidikan menuju masa
depan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA