Pendidikan Berkelanjutan: Tantangan dan Peluang bagi Ilmuwan Pendidikan
Surabaya — Isu keberlanjutan tidak hanya menjadi perhatian dalam bidang lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dalam dunia pendidikan. Konsep sustainable education kini menjadi paradigma baru yang menekankan pentingnya keberlanjutan nilai, pengetahuan, dan keterampilan lintas generasi. Dalam konteks pendidikan doktoral, keberlanjutan dimaknai sebagai kemampuan ilmuwan pendidikan untuk terus mencipta, berinovasi, dan menjaga relevansi ilmu dalam dinamika sosial yang terus berubah.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menempatkan pendidikan berkelanjutan
sebagai arah strategis pengembangan akademik. Penelitian yang dihasilkan
diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berlanjut pada praktik,
kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Ilmuwan pendidikan masa kini dituntut
untuk mampu mengaitkan penemuan teoretis dengan aksi nyata di lapangan,
menciptakan dampak yang tahan lama bagi kualitas pembelajaran dan pemerataan
akses pendidikan.
Pandangan ini sejalan dengan
agenda Education for Sustainable Development (ESD) yang dicanangkan
UNESCO. Dalam kerangka tersebut, pendidikan dipahami sebagai kekuatan utama
yang membentuk kesadaran kritis, empati sosial, serta tanggung jawab ekologis.
Peneliti pendidikan tidak lagi hanya menganalisis fenomena belajar, tetapi juga
merancang strategi agar pembelajaran dapat menumbuhkan kepedulian dan
keberlanjutan dalam kehidupan nyata.
Kurikulum S3 Ilmu Pendidikan
UNESA kini diarahkan untuk menumbuhkan research mindset yang holistik.
Mahasiswa doktor diajak untuk berpikir lintas disiplin, memadukan teori dengan
pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian yang berorientasi
keberlanjutan juga menuntut kemampuan membaca konteks lokal dan global secara
seimbang, agar hasil riset dapat diimplementasikan dalam berbagai level
kebijakan maupun praktik pendidikan.
Teknologi digital turut membuka
peluang besar bagi pendidikan berkelanjutan. Platform pembelajaran daring,
sistem analisis data pendidikan, hingga kecerdasan buatan memungkinkan
penyebaran ilmu secara lebih merata dan berkelanjutan. Namun, di sisi lain, tantangan
etika, privasi data, dan kesenjangan digital tetap perlu diantisipasi melalui
literasi dan kebijakan yang matang.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
terus berkomitmen mengembangkan riset yang berorientasi pada keberlanjutan
nilai dan dampak sosial. Paradigma ini menegaskan bahwa pendidikan tidak
berhenti di ruang kuliah atau disertasi, melainkan terus hidup dalam praktik,
refleksi, dan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA