Menggagas Kepemimpinan Akademik di Era Disrupsi Pendidikan
Surabaya — Dunia pendidikan tengah berada di fase disrupsi yang masif. Perubahan cepat akibat kemajuan teknologi, globalisasi, dan kecerdasan buatan menuntut kepemimpinan akademik yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan adaptif terhadap perubahan. Pemimpin akademik hari ini tidak cukup mengelola sumber daya; mereka harus mampu menginspirasi transformasi budaya belajar di lingkungan universitas.
Kepemimpinan akademik yang
efektif berakar pada kemampuan untuk mengarahkan visi keilmuan, membangun
komunitas riset yang kolaboratif, dan menjamin integritas akademik di tengah
tekanan produktivitas. Menurut teori Transformational Leadership yang
dikemukakan oleh Bass dan Avolio, pemimpin sejati mampu menumbuhkan motivasi
intrinsik dan menggerakkan individu untuk mencapai tujuan bersama yang
melampaui kepentingan pribadi. Dalam konteks pendidikan tinggi, hal ini berarti
membangun ekosistem intelektual yang hidup dan saling mendukung.
Program Doktor Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menempatkan kepemimpinan akademik sebagai
salah satu pilar pembentukan identitas ilmuwan pendidikan. Mahasiswa doktor
diarahkan untuk memahami dinamika kepemimpinan tidak hanya dari sisi teori,
tetapi juga dari praktik pengambilan keputusan berbasis etika, kolaborasi, dan
inovasi.
Era disrupsi menuntut model
kepemimpinan yang lebih terbuka dan partisipatif. Pemimpin akademik perlu peka
terhadap perubahan paradigma pembelajaran, seperti pergeseran dari teaching-centered
ke learning-centered, atau dari pembelajaran permukaan menuju
pembelajaran mendalam. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Fullan (2019)
bahwa pemimpin pendidikan di abad ke-21 harus menjadi change agent yang
menumbuhkan budaya reflektif dan belajar sepanjang hayat di institusi yang
mereka pimpin.
Kepemimpinan akademik di tingkat
doktoral tidak hanya membentuk kompetensi personal, tetapi juga memperkuat
tanggung jawab sosial ilmu pengetahuan. Pemimpin akademik berperan memastikan
bahwa riset dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi memberi manfaat nyata
bagi masyarakat. Kepemimpinan yang berbasis nilai ini menjadi penopang penting
dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia akademik.
Program S3 Ilmu Pendidikan UNESA
berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam penelitian, tetapi
juga siap menjadi penggerak perubahan di institusi pendidikan. Melalui mata
kuliah, seminar kepemimpinan ilmiah, dan forum reflektif antar mahasiswa
doktor, kampus ini terus menumbuhkan tradisi kepemimpinan akademik yang
berkarakter, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Tim Redaksi S3 Ilmu Pendidikan
UNESA